Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan

Dosa yang seringkali dilakukan oleh paroki dan kelompok Kristen lainnya adalah mengeluarkan kata-kata kotor, saling menjelekkan dan menyerang satu sama lain dari belakang, yang tidak hanya memecahbelah komunitas tapi juga membuat orang yang mencari Tuhan menjauhkan diri, kata Paus Fransiskus.ni benar-benar membuat saya sedih. Seolah-olah kita melemparkan batu kepada satu sama lain. Dan setan sangat senang melihatnya. Ini pesta bagi setan,” kata paus kepada umat paroki dalam kotbah Misa sore di salah satu paroki di pinggiran Roma, 21 Mei.

Paus Fransiskus mengingatkan umat paroki bahwa di San Pier Damiani betapa pentingnya mereka menjaga bahasa mereka. Sebagai orang yang dibaptis, setiap orang Kristen diberi karunia oleh Roh Kudus.

“Sungguh menyedihkan melihat orang-orang yang menyebut dirinya Kristen tapi mereka dipenuhi oleh kepahitan atau amarah,” kata paus seperti dikutip Catholic News Service.

Setan tahu bagaimana melemahkan upaya manusia untuk melayani Tuhan dan menjaga kehadiran Roh Kudus dalam diri mereka. “Setan akan melakukan apa saja agar kata-kata yang kita ucapkan tidak baik dan tidak menghormati,” kata paus.

“Komunitas Kristiani yang tidak menjaga Roh Kudus dengan kebaikan dan rasa saling menghormati seperti ular panjang yang memiliki lidah panjang yang digambarkan dalam patung sebagai mahluk yang dihancurkan kepalanya dibawah kaki Maria,” lanjut paus.

Paus Fransiskus juga mengatakan bahwa seorang imam pernah memberitahu dia tentang beberapa orang di paroki yang digambarkan memiliki lidah sangat panjang untuk bergosip ria, bahkan saking panjangnya, untuk menerima komuni pun mereka menjulurkan lidahnya dari pintu masuk hingga altar.

“Ini musuh yang merusak komunitas kita, gosip,” kata paus dan menambahkan bahwa gosip bahkan menjadi dosa paling biasa dalam komunitas-komunitas Kristiani.

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.